20
Sep
07

Fadhilah Lailatul Qadr

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Al Qadr 97: 1- 5)

Dari Nabi saw, sabdanya:
“Manusia terbaik/paling utama di sisiku kelak di hari Kiamat, yaitu mereka yang terbanyak bershalawat kepadaku.”

Dari Nabi saw, sabdanya:
“Siapa tengah menghadapi kesulitan dalam memenuhi keperluan/hajat hidupnya, maka perbanyaklah shalawat kepadaku, sebab dengan shalawat lenyaplah segala kesusahan, kesedihan dan kesulitan, dan dengan shalawat pula rizki melimpah ruah, dan segala hajat/keinginan dipenuhi (oleh Allah Swt).”

Pengertian Lailatul Qadr
Malam kemulyaan disebut “Lailatul Qadr”, yakni malam turunnya Al Qur’an, sebab Qadr berarti ketentuan, dan pada malam itulah diletakkan ketentuan segala urusan, hukum-hukum/peraturan, rizki-rizki dan ajal-ajal/batas umur semua orang, dan segala apa yang terjadi pada tahun itu sampai Lailatul Qadr yang serupa pada tahun berikutnya, Allah Swt menentukan hal seperti itu bagi negeri/wilayah dan hamba-hambaNya.
Dan pengertian ini, bahwa Allah Swt melahirkan/menampilkan demikian itu kepada para malaikat, sekaligus menugasi mereka dengan pekerjaan rutin mereka, yaitu suapya menulis apa-apa yang telah ditentukan Allah dalam tahun itu, dan mengenalkan mereka pada ketentuan itu, bukan yang dimaksud darinya suapaya membahasnya dalam malam itu. Sebab Allah Swt telah menentukan segala kepastian itu pada zaman azali, sebelum terciptanya langit dan bumi.
Ditanyakan kepada Husein bin Fadhal: “Bukankah Allah telah menentukan segala kepastian itu sebelum terciptanya langit dan bumi?” Jawabnya: “Ya benar”, Lalu: “Apa artinya Lailatul Qadr?” Jawabnya: “Penyampaian segala ketentuan pada waktu-waktunya, dan pelaksanaan qadha yang telah ditetapkan”. (Tafsir Lubab).
Malam itu disebut Lailatul Qadr, sebab pada malam itu ditentukan segala urusan, dan segala peraturan, seluruhnya mulai tahun ini sampai tahun berikutnya. Kemudian segala pengurusan daftar rahmat dan adzab diserah-terimakan kepada malaikat Jibril as, buku tumbuhan dan rizki kepada malaikat Mikail as, buku catatan hujan dan angin kepada malaikat Israfil as dan buku catatan pencabutan nyawa dan batas/habisnya ajal kepada malaikat Izrail as. Menunjuk firman Allah Swt:
“Pada malam itu dibereskan/diatur setiap urusan yang mempunyai hikmah.” (Ad Dukhan 44: 4)
Atau qadr berarti sempit, bumi dibuat menjadi sempit akibat drop para malaikat yang turun pada malam itu, banyak tiada terhingga. (Misykatul Anwar).
Dijelaskan, sebab-musabab malaikat turun ke bumi pada malam itu, ialah karena ucapan mereka:
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Al Baqarah 2:30)
Allah membuktikan bahwa suatu perkara jauh berbeda dengan apa yang mereka duga, dan memperjelas hal ihwal orang-orang mukmin. Maka para malaikatpun turun berbondong-bondong menyampaikan salam kepada mereka yang mukmin, sekaligus meralat ucapan mereka semula, minta maaf, mereka berdo’a dan memohonkan ampun bagi orang-orang mukmin. (Bukhari)

Sebab musabab turunnya surat Al Qadr
Ibnu Abbas ra dalam menjelaskan sebab musabab turunnya surat Al Qadr, menegaskan: Jibril as meriwayatkan tentang kisah orang terdahulu yang bernama Syam’un kepada Nabi saw. Lengkapnya Syam’un AlGhazi, ia telah berperang melawan musuh kafir selama 1.000 bulan, senjata Syam’un adalah rambut jenggot onta, lain tidak. Tapi sekalipun hanya senjata rambut onta, apabila ia sabetkan ekpada lawan kufar, tewaslah sejumlah musuh-musuh kafir tiada terhingga hitungan mereka. Apa bila terasa haus, Syam’un cukup minum air segar yangkeluar dari gusi. Dan apabila lapar, tumbuh daging dari tubuhnya, lalu ia memakannya. Keadaan Syam’un dalam berperang Sabil semacam ini mampu bertahan setiap hari sepanjang usianya, yaitu 1000 bulan atau 83 tahun 4 bulan. Maka musuh-musuh kafirpun tiada berdaya menghadapi serangan Syam’un ini. Mereka berkata keapda istri Syam’un yang kafirah itu: “Kami berani menghadiahkan sejumlah uang sekian juta kalau kau dapat menewaskan suamimu”. Jawab istri Syam’un: “Aku seorang wanita mana bisa membunuhnya?” Sahut mereka:”Kami akan memberimu tampar kuat, ikatlah kaki dan tangan suamimu ketika tidur, nanti sesudah itu kamilah yang akan bertindak membunuhnya”.
Alkisah, wanitu itupun mengikat suaminya ketika tidur. Dan Syam’un bangun, sahutnya: “Siapakah yang mengikatku dengan tampar ini?” jawab wanita: “Aku yang mengikat, sekedar mengujimu sampai sejauh mana kekuatanmu.” Lalu Syam’un segera menarik tangannya dan tamparpun langsung dipotongnya.
Sesudah itu, musuh-musuh kafir datang lagi dengan membawa rantai, lalu istrinya mengikatnya dengan rantai itu. Syam’un bangun dan bertanya: “Siapakah yang mengikatku ini ?” Jawab wanita: “Aku yang mengikat, sekedar mengujimu.” Lalu iapun menarik tangannya dan memotong rantai itu. Kemudian wanita itupun berkata lagi seperti yang awal.
Akhirnya Syam’un berkata: “Hai istriku, aku ini seorang wali dari sekian banyak Waliyullah, tiada seorangpun yang mampu mengalahkanku dalam hal perkara dunia, kecuali rambutku ini.”
Lalu ucapannya itu diperhatikan oleh istrinya. Dan sewaktu Syam’un tidur, istrinya memotong gelong rambutnya, ia tetap dalam tidurnya. Sejumlah 8 potong rambut Syam’un itu, panjang sampai ke bumi. Dan mulailah istrinya mengikat kedua tangan Syam’un dengan 4 gelung rambutnya, dan 4 rambut lainnya diikatkan pada kedua kakinya, ia tetap dalam tidurnya.
Setelah bangun, Syam’un bertanya lagi: “Siapakah yang mengikatku ini?” Jawab wanita: “Aku, untuk mengujimu.” Lalu ia menarik sekuatnya, tapi tidak berdaya memotongnya. Dan wanita itupun segera memberi tahu musuh-musuh kafirnya, mereka datang dan membawa Syam’un langsung ke tempat penyembelihan. Ia diikat pada sebatang tiang, mulailah mereka memotong kedua telinganya, kedua mata, bibir, lisan, kedua tangan dan kakinya, musuh-musuhnya semua menghimpun di rumah penyembelihan itu.
Kemudian Allah memberi wahyu kepadanya: “Hai Syam’un apa yang kau inginkan, Aku bakal menindak mereka.” Sahut Syam’un: “Aku inginkan Engkau (ya Allah) memberi kekuatan kepadaku hingga nanti kugerakkan tiang rumah ini, dan kuhancurkan mereka.”
Maka Allah Swt memberi kekuatan kepadanya, dan ia gerakkan tubuhnya, rumahpun hancur, atapnya menimpa mereka, semuanya binasa termasuk istrinya yang kafir itu. Syam’un sendirilah yang diselamatkan oleh Allah, dan anggota tubuh seluruhnya dikembalikan lagi kepadanya. Dan selanjutnya Syam’un beribadah kepada Allah selama 1000 bulan di malam hari ia tegak shalat dan disiangnya berpuasa. Dan ia mengangkat senjata berjuang di jalan Allah.
Mendengar kisah Syam’un ini, para sahabat Nabi saw menangis, terharu dan tertarik, sahut mereka: “Ya Rasul, Tahukah pahalanya ?” Jawab Nabi: “Tidak.” Lalu Allah menurunkan Jibril dengan membawa surat ini, sahutnya: “Hai Muhammad, Allah memberi ‘Lailatul Qadr’ kepadamu dan umatmu, ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan.”
Ada salah seorang ulama yang menjelaskan: Allah Swt berseru: “Hai Muhammad, shalat 2 rakaat pada malam Lailatul Qadr adalah lebih baik bagimu dan umatmu daripada mengangkat senjata/perang di zaman Bani Israil selama 1000 bulan.” (Senaniyah)

Imam Razi menjelaskan: Ketika fajar telah muncul di pagi ‘Lailatul Qadr’, Jibiril as berseru: “Hai jamaah para malaikat, berangkatlah, berangkatlah.” Jawab mereka: “Hai malaikat Jibril, apakah yang telah dilakukan oleh Allah terhadap umat Muhammad yang benar-benar muslim pada malam ‘Kemulyaan’ ini ?” Jawabnya: “Pada malam ‘Lailatul Qadr’ ini Allah Swt telah memandang mereka dengan pandangan penuh rahmat/penuh kasih-sayang, dan telah memaafkan mereka serta mengampuni mereka, kecuali 4 macam, yaitu:
1. Pecandu minum arak
2. Yang durhaka kepada orang tua
3. Yang memutuskan hubungan persaudaraan dan
4. Yang bermusuhan dan tidak mau menyapa lebih dari 3 hari.
(Zubdatul Wa’idhin)

Munajat Nabi Musa as
Seperti yang disampaikan Nabi Musa as dalam munajatnya sahut Musa: “Ya Tuhan, aku ingin selalu dekat denganMu.” JawabNya: “Aku selalu dekat dengan orang yang bangun di malam Kemulyaan (Lailatul Qadr).” Sahut Musa: “Ya Tuhan, kelak di hari Kiamat aku ingin melintasi shirat cepat bagai kilat menyambar.” JawabNya: “Yang demikian itu mudah bagi orang yang suka bersedekah di malam Kemulyaan (Lailatul Qadr).” Sahut Musa: “Ya Tuhan aku ingin memperoleh rahmatMu.” JawabNya: “RahmatKu adalah bagi orang yang berkasih sayang kepada orang miskin di malam Kemulyaan (Lailatul Qadr).” Sahut Musa: “Ya Tuhan, aku ingin kelak dapat duduk di bawah teduh pohon-pohon sorga, sekaligus meni’mati/memakan buahnya.” JawabNya: “Itu untuk orang yang suka bertasbih di malam Kemulyaan (Lailatul Qadr).” Sahut Musa: “Ya Tuhan kelak aku ingin bebas dari siksa api neraka.” JawabNya: “Yang demikian itu, adalah bagi orang yang beristighfar pada malam Kemulyaan (Lailatul Qadr) sampai pagi.” Sahut Musa: “Ya Tuhan, aku benar-benar mengdambakan keridhaanMu.” JawabNya : “RidhaKu adalah bagi orang yang melakukan shalat 2 rekaat di malam Kemulyaan (Lailatul Qadr).” (Zubdatul Wa’idhin).

“Sungguh, Aku tidak memberi wahyu kepada orang yang hatinya tenang bukan karena mengingatKu.”

Lailatul Qadr lebih baik dari ibadah 300 tahun
Wahab bin Munabbih bercerita: Zaman dulu di kalangan masyarakat Bani Israil, ada seorang ahli ibadah yang sudah 300 tahun menyembah Allah Swt., ia mengharap agar Allah memberi wahyu kepadanya. Dan Allah telah menumbuhkan baginya sebatang pohon kurma yang buahnya dipetik setiap malam untuk mencukupi hajat hidupnya, hingga tenanglah hidupnya dengan pohon kurma itu, akibatnya iapun tidak lagi diberi wahyu.
Alkisah, datanglah seruan kepadanya: “Sungguh, Aku tidak memberi wahyu kepada orang yang hatinya tenang bukan karena mengingatKu.” Lalu ia bertanya: “Ya Tuhan, apakah yang mengakibatkan hati ini tenang bukan karena mengingatMu ?” Dijawab: “Akibat pohon yang buahnya kau makan setiap hari.” Dan pria itupun segera menebang phon korma itu, maka mulailah beribadah yang sungguh-sungguh.
Selanjutnya Allah berfirman: “Sesungguhnya hamba-hambaKu nanti punya satu malam yang baik melebihi seluruh ibadahmu, itulah malam Kemulyaan (Lailatul Qadr).”

Kesimpulan
Salah seorang Ulama berkomentar: Dari sini dapat diambil suatu kesimpulan yang berharga. Bahwa Nabi Nuh as berdakwa mengajak masyarakatnya selama 950 tahun, sedangkan Nabi Muhammad saw hanya 23 tahun. Namun demikian Beliau saw melebihi keutamaan yang dimiliki Nabi Nuh as. Baik ditinjau dari segi waktu, parapngikut yang beriman, maupun dalam beramal/berjuang di jalan Allah Swt. Sebab mengangkat senjata 1000 bulan di sertai dengan ibadah 1000 bulan, sekalipun nambak banyak, namun tidak membandingi shalat 2 rekaat yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad saw pada malam Kemulyaan (Lailatul Qadr).
Untuk itu perlu dimengerti bahwa anugerah dan rahamat Allah kepada Nabi Muhammad dan umatnya, adalah lebih utama dibandingkan dengan pemberian rahmatNya kepada makhluk seluruhnya. (Tafsir Hanafi) .

Dikutip dari Kitab Duratun Nasihin – Pengajian LXXIII Fadhilah Lailatul Qadr

….::: bkend.SEP07 :::…


0 Responses to “Fadhilah Lailatul Qadr”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Mengenai Saya

MUHASABA-lah karena setiap perberbuatan kebaikan akan berbuah kebaikan & setiap perbuatan keburukan akan berbuah keburukan.

Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

%d blogger menyukai ini: