31
Jul
07

Fadilah Bulan Rajab II

Pengajian XXV – Tarjamah Duratun Nasihin

“Bahwasanya hitungan bulan di sisi Allah itu 12 bulan yang ditetapkanNya sewaktu langit dan bumi diciptakan, diantaranya 4 bulan haram (yakni Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab yang haram berperang dalam bulan-bulan tersebut). Demikianlah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah berbuat dhalim pada dirimu sendiri, selama itu. Dan perangilah orang-orang musyrik itu seluruhnya, seperti yang diperbuat mereka/telah memerangimu semua. Ketahuilah, bahwa Allah senantiasa menyertai yang bertakwa”.

(At-Taubat 9:36)

Nabi SAW bersabda:
“Kembalilah kepada Tuhanmu/bertaubatlah, mohon ampun dari segala dosamu, menghindarlah kamu dari laku maksiat dalam bulan haram/bulan Rajab.”
Menunjuk firman Allah SWT yang artinya:
“Mereka bertanya padamu tentang berperang di bulan Haram, Jawablah: “Berperang dalam bulan itu merupakan pelanggaran besar/dosa besar”. (Al Baqarah 2:217)

Pelanggaran dalam bulan itu sangat buruk, berkat agungnya di sisi Allah, demikian pula amal taatnya dilipat gandakan, itulah diantara sebabnya disebut bulan haram, maksudnya haram berperang. Namun selanjutnya larangan tersebut dinassakh/dicabut dengan firmanNya yang artinya:
“Dan bunuhlah mereka di mana saja kau temui mereka, dan usirlah mereka dari (kotaMekah) tempat (di mana) mereka dulu mengusirmu, dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”. (Al Baqarah 2:191).

Tentang haram/kemulyaannya tetap, dan dosa-dosa diampuni, amal taat dikabul serta dilipatgandakan pahalanya dalam bulan haram, sebab setiap kebaikan imbalannya 10 kebaikan pula, itulah yang berlaku bagi setiap bulan, menunjuk firman Allah yang artinya:
“Siapa berbuat amal yang baik, maka ia dibalas pahala 10x lipat amalnya.” (Al An’aam 6:160)

Bahkan dalam bulan Rajab 70x lipat, Sya’ban 100 kali lipat dan dalam bulan Ramadhan 1000x lipat, perlipat gandaan ini tertentu bagi umat Muhammad SAW lain tidak. (Khazinatul ‘Ulama)

Nabi SAW bersabda:
“Kalau kamu ingin ringan dari dahaga di saat meninggal dunia, dan keluar bersama iman, serta selamat dari godaan syetan, maka hormatilah bulan-bulan Haram tersebut, dengan memperbanyak puasa dan menyesali dosa-dosa terdahulu, berdzikirlah selalu kepada Allah Pencipta manusia, pasti kalian masuk sorga Tuhanmu dengan selamat”. (Zahratur -Riyadl).

Dari Anas bin Malik ra., ia berkata :Aku bertemu Mu’adz bin Jabal, sahutku: Dari manakah anda hai Mu’adz. Jawabnya: Aku baru saja dari Nabi saw. Lalu apa yang kau dengar ? Jawabnya: Aku mendengar:

“Siapa membaca LAILAHA ILLALLAH secara ikhlas, pasti ia masuk sorga. Dan siapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab semata mengharap ridla Allah, pasti masuk sorga.”

Kemudian akupun masuk ke rumah Rasul saw. menanyakan tentang khabar yang disampaikan oleh Mu’adz, maka beliaupun bersabda:
“Benar apa yang disampaikan oleh Mu’adz”. (Zahratur -Riyadl)

About these ads

1 Response to “Fadilah Bulan Rajab II”


  1. 1 nurarip
    Sabtu, 29 Desember 2007 pukul 13:07

    apakah langsung bisa masuk surga ,kandisana akaan dihisap solat kita dahulu kalau solatkita jelek apakah langsung masuk surga.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Mengenai Saya

MUHASABA-lah karena setiap perberbuatan kebaikan akan berbuah kebaikan & setiap perbuatan keburukan akan berbuah keburukan.

Kalender

Juli 2007
S S R K J S M
    Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: